Kamis, 12 April 2018

*Autobiografi junilla maheswari

   













   



 



Namaku junilla maheswari, lahir di jakarta, 17 juni 2001. Aku tinggal bersama kedua orangtuaku di rumah yang sederhana. Aku adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Nilla adalah nama akrabku, aku terlahir dikeluarga yang sederhana. Ayahku adalah seorang sales pakaian renang dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga. Ayahku orangnya agak keras dalam bidang pendidikan anak anaknya, jadi setiap hari aku selalu ditekan untuk belajar. Ayah selalu bilang "nak, jadilah anak yang nomor satu dalam segala hal".
      Ketika aku berumur 7 tahun, aku mulai bersekolah di SDN 10 Cengkareng timur, Jakarta barat. Saat itu, aku adalah orang yang sangat sulit bersosialisasi dengan orang orang dikelasku. Jadi karena tidak memiliki teman aku mulai biasa sendirian, tapi bukan berarti aku tidak ingin mempunyai teman. Aku biasa makan dikantin sendirian. Kadang kalau ibuku datang aku hanya makan dangan ibuku, saat naik kekelas 2 SD aku sempat mengalami pembulian. Akhirnya aku pindah sekolah ke SDN Larangan tepatnya di Ciledug. Saat itu aku sudah duduk dikelas 3 sd. Saat itu aku mulai mempunyai seorang teman, dan dia adalah orang yg berbeda agama denganku. Tapi itu semua tidak menjadi halangan bagi kami untuk berteman. Saat naik kekelas 5 sd aku pindah sekolah lagi di SDN Ketapang. Disinilah aku lulus SD.
      Karena saat lulus nilaiku pas pasan, akhirnya aku pun masuk SMP swasta dekat rumah ku. Pada awalnya aku sempat kecewa, karena masuk disekolah swasta namun saya tidak akan mau menyerah. Akhirnya saya pun semakin giat belajar, hingga pada akhirnya saya berhasil juara umum di SMP saya. Saya memutuskan untuk bersekolah di SMK N 1 Jakarat, karena saya ingin mengejar mimpi saya sebagai seorang drafter. Di sekolah ini saya mulai membuka lembaran baru, saya mulai mencoba mencari teman sebanyak banyaknya, aku berdoa agar aku diberikan seorang teman yang mau mengajakku dalam susah maupun senang. Aku selalu berdoa agar akan ada orang orang yang menggenggam erat tangan ku saat aku terjatuh. Aku sangat bersyukur karena doa ku terjawab, aku dikelilingi oleh mereka yang ada dalam doa ku, apa yang selama ini ku harapkan. Disekolah ini aku mengikuti askul paskibra, disinilah kumenemukan dunia baru. Dan dari sinilah saya mengerti apa makna satu angkatan dan kekeluargaan. Di kelas aku berteman dengan orang orang yang unik, mereka selalu membuatku tertawa. Di eskul paskibra juga, mereka punya hal aneh yang dapat membuat saya tertawa. Kini semua kenangan kelam yang pernah terjadi telah terkubur oleh kebahagiaan sederhana. Semua sudah berlalu terbawa angin kabahagiaan. Dengannya, aku dapat melupakan bahwa dulu saya pernah sekelam dan segelap malam tanpa cahaya rembulan.
     Lomba paskibra pertama saya adalah, saya berlomba di SMK N 14 jakarta dengan tema lomba globasis, lomba ini berbasis sepulau jawa. Pasukan kami mendapatkan juara purwa 2 dan suporter terbaik. Saya sangat bangga da bisa membanggkan sekolah saya. Dari sinilah saya semakin semangat mengikuti kegiatan paskibra. Dan dari sini saya mulai membentuk sikap nasionalisme.
        Lalu pada tanggal 3 maret 2018,saya mengikuti seleksi purna paskibraka indonesia atau biasa disebut PPI saya, tapi karena tinggi badan saya yang tidak cukup saya akhirnya tidak lolos ke seleksi selanjutnya. Sempat kecewa, tapi saya yakini hati. Bahwa tahun depan pasti saya bisa lolos seleksi. Setiap hari, saya semakin bersemangat dalam latihan baris berbaris.
      Lalu lomba selanjutnya adalah di satya bakti, lomba kali ini tanpa senior. Karena kakak kelas saya semua sedang menjalankan tugas pkl. Jadi kami menggunakan pasukan baru. Yaitu angkatan kami. Ini adalah pertama kalinya lomba tanpa senior. Kami mulai mencari anak anak baru yang ingin masuk paskibra. Lalu kami semua latihan dengan seluruh kekuatan yang ada. Sayngnya, tim kami tidak mendapat juara apa apa. Alias kalah. Tapi itu tidak mematahkan semangat kita untuk ikut lomba lagi.
          Lalu tim kami pun mengikuti lomba lagi setelah break selama sebulan. Tim kami mengikuti lomba pengibaran, di SMA N 12 yaitu kerembles. Akhirnya tim kami pun mendapatkan juara 2 harapan, kami semua mulai bangkit dari keterpurukan. Tim kami pun semakin solid dan bersemangat dalam berlatih baris berbaris